ジュイの初恋★

“dari atas panggung ini, meskipun lampu sorot bersinar dengan teriknya… aku masih bisa melihatmu dengan jelas. Ya, kau… gadis berbaju merah yang tersenyum manis saat aku bernyanyi dan menangis saat aku menyanyikan melodi yang menyedihkan. Aku tahu, kau adalah orang yang selama ini aku cari.”

Malam itu adalah malam Natal saat aku menemukan hadiah Natal yang selama ini aku pinta pada Tuhan.
Aku bersama teman-teman satu bandku, Vidoll, akan mengadakan konser Christmas Eve di Shibuya AX. Manajer mengingatkanku kalau kami akan mulai satu jam lagi.

“oy, Jui! Mau kemana kau?” Rame menghentikan langkahku saat aku hendak keluar lewat pintu belakang
“aku ingin beli kopi hangat di mesin penjual di seberang jalan. Sebentar saja, aku akan segera kembali!” aku menutup pintu di belakangku dengan bunyi ‘klek’ pelan 
Entah disebut keberuntungan atau bukan, salju malam ini turun agak sedikit lebih banyak dari hari sebelumnya tapi hal ini menambah keindahan di antara keremangan lampu-lampu toko.

Disana berdiri sebuah mesin penjual otomotis dan aku langsung memasukkan koin 100yen ku. Dalam sekejap secangkir kopi panas mengepul menggoda
“Cha, kau mau minum apa?” dua orang gadis di sebelahku sedang menatap mesin penjual otomatis sambil memilih apa yang hendak diminum
“kopi panas sepertinya enak” suara seorang gadis yang menjawab terasa tidak asing, aku memberanikan diri mencuri lihat di bawah kacamata hitamku

Seorang gadis kira-kira masih menginjak umur 20 sedang tersenyum sambil mengobrol dengan teman perempuannya. Bola matanya sedikit lebih besar, berbeda dengan gadis Jepang biasanya. Rambut coklat sebahu terlihat serasi dengan jaket merah yang dipakainya. Namun dari semuanya, aku merasa pernah melihatnya, tapi aku lupa dimana.

Tiba-tiba gadis itu berbalik dan menatapku. Ia sadar bahwa aku sedang memperhatikannya lalu ia membungkuk masih dengan senyuman yang menghias bibirnya
“cepat Cha! Nami mengirim pesan katanya gerbangnya sudah dibuka!”
Gadis berjaket merah itu berbalik dan menyusul temannya, meninggalkan aku yang masih melihat sosoknya menjauh

Aku tidak membiarkan fantasi menyita waktuku, dengan cepat aku menghabiskan kopiku yang sudah menjadi dingin lalu kembali lagi ke gedung konser
“kita bersiap sekarang! Ayo semuanya, berdoa untuk keberhasilan konser malam ini! Vidoll, banzaaaaaaiiii!!!!” 5 buah tangan bertumpuk saling menggenggam erat memberi semangat

Lampu gedung mulai dimatikan dan kini lampu panggung menyala terang. Satu persatu dari kami tampil menampakkan diri di atas panggung, masih berusaha menyesuaikan mata untuk melihat dalam cahaya yang menyilaukan.

Melodi mulai mengalun dan aku mulai membawakan lagu pembuka, semua fans berteriak-teriak memanggil nama kami. Aku senang berdiri di atas sini karena aku bisa merasakan kalau aku ini masih hidup.
Tapi di antara teriakan-teriakan fans, ada sebuah suara yang terdengar berbeda, suara yang baru saja kudengar, gadis itu ada disini!

Mataku mencari meskipun kemungkinannya kecil untuk menemukannya di tengah penonton yang sebanyak ini. Tanpa perlu perjuangan keras, aku berhasil menemukannya. Di bagian tengah barisan pertama, ia berdiri dalam balutan one-piece dress dengan warna merah yang sama dengan jaketnya. Tersenyum sambil melambaikan tangan padaku, bibirnya mengucap ‘Jui’ berulang kali seolah aku tidak bisa mendengar suaranya.

Tanpa terasa waktu berjalan agak lebih cepat dari biasanya. Permintaan encore terakhir dari mereka, Hatsuyuki (初雪) . Aku bernyanyi dengan menyertakan perasaanku di dalamnya. 
Seiring dengan lagu itu, air mata yang mengalir dari matanya terlihat jelas dari jarak sedekat ini. Seketika itu juga hatiku tersentuh dan aku ikut menitikkan air mataku.

今日本当に楽しかった。ありがとう、皆! 愛してるぜ!
"hari ini sungguh menyenangkan. aku mencintai kalian semua!" 

Seusai konser, perhatianku masih tertuju pada gadis berbaju merah itu. aku yakin pernah melihatnya di suatu tempat dan aku sadar kalau ia bukanlah gadis biasa yang bisa menyita konsentrasiku seperti sekarang.
Shun, Giru, Rame, dan Tero sedang membersihkan riasan wajah mereka. Aku mengambil rehat sejenak, duduk di depan kaca sambil menyeruput minuman penambah tenaga rasa lemon.

Suara pintu pun diketuk. Moriyama san, salah satu staf memanggilku keluar dari ruangan,
“ada apa, Moriyama san?”
“begini. Tadi ada seorang gadis memohon padaku ingin bertemu denganmu. Ia bilang ia datang dari tempat jauh dan datang ke Jepang demi menonton konser kalian. Ia ingin sekali menyapamu sebelum ia pulang ke negara asalnya”
“gadis itu datang dari mana?”
“hmm.. kalau aku tidak salah dengar, ia bilang ‘Indonesia’ “

Debaran jantungku mendadak menjadi cepat. Aku baru saja mengingat sebuah surat yang kuterima beberapa bulan sebelumnya beserta paket berisi pakaian yang unik, disana tertulis Indonesia dan pengirimnya………… 
“nah, silakan, nona.”

Moriyama san membawa gadis itu ke hadapanku. Gadis berbaju merah, tersenyum dengan mata berkaca-kaca

始めまして、フェリシアと申します。宜しくお願いします。さっきのライブが本当に最高でした
"perkenalkan, aku felicia. senang bertemu denganmu. Live tadi sungguh sangat keren!" 

Sekarang aku ingat. Ia adalah gadis yang ada di foto itu. gadis yang menulis surat dan mengirimkan paket berisi barang-barang unik beberapa bulan kemarin. Di suratnya tertulis bahwa ia berjanji akan menonton konser Vidoll dan bertemu langsung denganku.
ええ、ジュイです。宜しく
"sama2. aku Jui. senang bertemu denganmu." 

Apa ini?! aku tidak bisa mengatakan hal lain selain memperkenalkan diriku yang tentunya sudah ia tahu
本気を伝えて、私今超嬉しいです。おジュイさんに会えて、本当に幸運だと思います。
"aku ingin mengatakan yang sebenarnya, sekarang aku sangat bahagia. dapat bertemu denganmu, benar2 keberuntungan buatku." 

Senyuman terulas di bibirnya, ia terlihat manis dalam jarak yang sama sekali tidak jauh dari pandanganku.

ありがとう
"terima kasih" 

Lagi-lagi, aku hanya bisa menjawab kaku. Aku tidak mengerti ada apa denganku hari ini.

お邪魔して、すみません。直ぐ国へ帰ります。ジュイさん、お元気して下さいね
"maaf aku telah mengganggu. aku akan segera kembali ke negara asalku. Jui, tolong jaga kesehatanmu ya" 

あの、ちょっと。今暇のか? ラーメンを食べようか?
"ah, tunggu sebentar. apakah sekarang kau ada waktu luang? mau makan ramen?" 

Akhirnya, aku memberanikan diri untuk mengutarakan maksudku sebelum gadis itu beranjak pergi. Walaupun aku tahu hal ini pasti dilarang oleh manajerku tapi aku tidak bisa mundur dari keingintahuan yang terus mengetuk hatiku. Mungkin kata-kata yang tepat untuk saat ini adalah aku jatuh cinta padanya.

Setelah meminta izin, dengan berat hati manajer mengizinkanku pergi bersama gadis itu tetapi ia mengingatkan untuk langsung pulang beristirahat setelahnya.

Warung ramen favoritku tidak begitu penuh malam itu, sungguh beruntung, pikirku. Kami duduk di kursi yang terletak di sudut, agak menjauh dari pandangan orang dengan alasan aku tidak mau ditemukan disini oleh fansku.

これが君の始めに日本に来たの?
"apakah ini pertama kalinya kau tiba di Jepang?" 

はい、そうです。ヴィドールとジュイさんのためだけです。
"ya. demi Vidoll dan Jui." 

Aku tidak menyangka, gadis itu cukup fasih berbicara bahasa Jepang meskipun terkadang tak lepas dari kesalahan dasar yang biasa orang asing lakukan. Aku maklum karena ia mencoba begitu keras untuk menjawab semua pertanyaanku.

Dengan cepat, waktu telah menunjukkan hampir tengah malam. Tapi perasaan yang aneh dalam hatiku ini mengatakan, aku masih ingin bersama dengannya lebih lama lagi.

Saat itu udara masih terasa menusuk tulang, awan panas mengepul keluar dari mulut kami yang berusaha menghangatkan diri dalam perjalanan pulang menuju hotel tempat gadis itu menginap. Tempatnya tidak jauh dari Shibuya AX dan hanya dalam waktu kurang dari 15 menit dengan menggunakan kereta bawah tanah, kami sudah sampai di lobby hotel yang hangat.

今日、色々なありがとう。チャンスがあれば、またジュイさんに会いたいです。
"hari ini terima kasih banyak. kalau ada kesempatan lagi, aku ingin bertemu dengamu sekali lagi." 

Matanya kembali berkaca-kaca. Aku jelas tahu apa yang ia rasakan. Satu hari tidak mungkin cukup untuk memuaskan hasratmu untuk bertemu dengan orang yang kau sukai.

うん、きっと会おうぜ。君にありがとう。
"un, pasti bertemu lagi. terima kasih." 

Tanpa kusangka, gadis itu memelukku lalu menangis.

いつも元気にしなければなりませんね。病気しないで下さい。私はヴィドールが大好き。そして….
"kau harus selalu sehat ya. tolong jangan sakit. aku sangat menyukai Vidoll..." 

Ia melepaskan pelukannya lalu dengan wajah merona merah ia memberanikan diri menatap mataku lekat-lekat

自分の心からジュイさんが愛しています。
"dari hati yang terdalam aku mencintaimu, Jui." 

Aku terperanjat tetapi tidak terlalu kaget mendengar pernyataannya. Tapi aku kagum dengan kesungguhan hatinya yang mampu buatku tidak bisa menahan diri untuk balas memeluknya.

俺はここにずっと待ってる。
"aku akan selalu disini menunggumu." 
 
Gadis itu tersenyum lebar, lalu mengangguk. Ia mengecup pipiku lalu membungkuk, pamit.

ありがとう、ジュイ
"terima kasih, Jui."
Sosoknya menghilang perlahan. Yang tersisa hanyalah wangi parfum bekas kehadirannya di depanku.

Seiring waktu berlalu, gadis itu tidak pernah lupa untuk menghubungiku. Aku mulai lebih mengenalnya dan semakin aku tahu, semakin aku tidak bisa melupakannya. Aku benar-benar menyukainya lebih dari saat pertama aku jatuh cinta padanya.

Aku memandangi kemeja bercorak unik itu dan memutuskan untuk memakainya hari ini. Aku mengambil foto lewat ponselku dan mengirimkan hasilnya lewat e-mail padanya.

Balasnya, ia sangat senang juga sangat kagum akan ketampananku. Ia mampu buatku tertawa lewat perhatiannya. Dan setelah setahun berlalu, hari ini aku akan bertemu dengannya lagi, di tempat yang sama ketika pertama kali kami bertemu. 自動販売機 (jidouhanbaiki = mesin penjual otomatis)

Untuknya, aku membuat sebuah lagu. 初恋 - リマインドストーリ
(hatsukoi - remind story)  

君だから、愛すると愛される事の感情出来る。ありがとう、チャチャ。
"karena kau, aku bisa merasakan bagaimana rasanya mencintai dan dicintai. terima kasih, chacha" 



あなたを思えば、少しだけ明日が明るく見えたよ。会いたい。




では (・ω・)/

0 comments:

Post a Comment